MAKALAH MESIN BUBUT
Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah proses
produksi 1
Dosen pembimbing : Eko Susetyo Yulianto

Disusun oleh :
|
No
|
Nama
|
NPM
|
|
1
|
Ahmad
Supriadi
|
20414610
|
|
2
|
Dian
Wahyudin
|
23414006
|
|
3
|
Dion Syah
Laluty
|
23414195
|
|
4
|
Muhamad
Fikri
|
26414930
|
|
5
|
Randy
Prasetyo
|
28414896
|
|
6
|
Rommel
Gultom
|
29414796
|
Kelas : 1IC08
Program Studi Teknik Mesin
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma
2014
KATA PENGANTAR
Terimakasih
kepada tuhan yang maha esa yang telah membantu penyusun untuk menyelesaikan
makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa pertolongan tuhan yang maha
esa penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah
ini sengaja di buat penyusun untuk muenambah pengetahuan pembaca mengenai mesin
bubut, jenis-jenis mesin bubut, cara kerja mesin bubut, nama-nama komponen
mesin bubut, fungsi komponen, dan berbagai pembahasan tentang mesin bubut
lainnya yang akan menambah wawasan pembaca mengenai mesin bubut. Penyusun
mengambil isi pokok pembahasan dalam makalah ini dari berbagai sumber. Tetapi
yang pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu menambah pengetahuan
pembaca mengenai mesin bubut.
Penyusun
juga mengucapkan terimakasih kepada dosen/guru yang telah memberikan tugas
kepada penyusun karena dengan tugas tersebut penyusun jadi lebih mengetahui
mengenai mesin bubut.
Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kepada pembaca, meskipun makalah ini ada
kelebihannya dan kekurangannya penyusun mohon kritik dan saranya agar penyusun
bisa memperbaikiya.
Terimakasih
Penyusun
Daftar
isi
KATA PENGANTAR............................…....……………………….................................1
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………...2
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG………..........................................................................3
1.2 PERUMUSAN MASALAH.....………….........................................…….…..3
1.3TUJUAN..……….........………......……………….........................…………..4
1.4 METODE PENULISAN……………………………………………......…....4
BAB
II
ISI
2.1 PENGERTIAN MESIN BUBUT…….....…..……………………………….5
2.2 FUNGSI DAN BAGIAN BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT…........……7
2.3 SUMBER SUMBER YANG TERKAIT PADA MESIN BUBUT….............9
2.4 LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN PADA MESIN
BUBUT….........15
2.5 MOTOR CEPAT PANAS……...…………….................................…...…...17
2.6 BAGIAN ATAU KOMPONEN PERAWATAN…….......…………….......17
2.7 LANGKAH-LANGKAH
KERJA….............................................................19
2.8 SISTEMATIK PELUMASAN ERETAN PADA MESIN
BUBUT……......20
2.9 ELEMEN DASAR MESIN
BUBUT.............................................................27
BAB
III
3.1 KESIMPULAAN…………………………………………………………..31
3.2 SARAN………………………………………………………………...…..31
3.3 DAFTAR PUSTAKA..……………………………………………….........32
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mesin
bubut adalah mesin yang dibuat dari logam, gunanya untuk membentuk benda
kerja dengan cara menyayat, gerakan utamanya adalah berputar.Di bidang
industri, keadaan mesin bubut sangat berperan, terutama didalam industri
permesinan. Misalnya dalam industri otomotif, mesin bubut berperan dalam
pembuatan komponen-komponen kendaraan, seperti mur, baut,roda gigi, poros,
tromol dan lain sebagainya.Penggunaan mesin bubut juga dapat dihubungkan dengan
mesin lainseperti mesin bor ( drilling machine ), mesin gerinda ( grinding
machine), mesinfrais ( milling machine ), mesin sekrap ( shaping machine),
mesin gergaji ( sawing machine) dan mesin-mesin yang
lainnya. Namun ada salah satu hal yang paling penting dari sebuah mesin
adalah perawatannya. Perawatan dilakukan untuk menjaga kondisi mesin dalam
keadaanyang baik. Sebelum kegiatan perawatan dilaksanakan, diperlukan
kegiatan perencanaan perawatan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar proses
perawatan berjalan sesuai rencana.
1.2.Perumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan permasalahan diatas, maka perumusanmasalah dalam pembuatan
perencanaan perawatan ini adalah :
a.Apa
itu mesin bubut ?
b.Apa
fungsi utama komponen mesin bubut ?
c.Apa
sajakah sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin bubut?
d.Bagaimana
langkah – langkah perawatan mesin bubut
e.Bagaimana
sistematika pelumasan eretan pada mesin bubut?
1.3 Tujuan
Adapun
tujuan dari pembuatan perencanaan perawatan ini adalah sebagai berikut:
a.Mengetahui
pengertian mesin bubut
b.Mengetahui
fungsi utama komponen mesin bubut
c.Mengetahui
sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin bubut
d.Mengetahui
langkah – langkah perawatan mesin bubut.Mengetahui sistematika pelumasan eretan pada mesin
bubut
1.4 Metode penulisan
Metode penulisan pada makalah
ini berhubungan dengan pokok pembahasan
pada mesin bubut. Sumber data yang di bahas dalam makalah ini di ambil dari
internet.
BAB II
ISI
2.1.
PENGERTIAN
MESIN BUBUT
Mesin
bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses
turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan
bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda
kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengandilakukannya
proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan
sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak
potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan
(feeding).

Gambar 2.1. Gerakan
Utama Mesin Bubut
Penggolongan Pembubut
1. Pembubutan kecepatan
Pembubutan
kecepatan yang paling sederhana dari segala pembubutan, terdiri dari atas
bangku, kepala tetap, ekor tetap dan peluncur yang dapat disetel untuk
mendukung pahat. Biasanya digerakkan oleh moor kecepatan variable yang dipasangkan ke dalam kepala tetap. Pembubutan
kecepatan terutama digunakan dalam pembubutan kayu, memberikan pusat pada
silinder logam sebelum dikerjakan lebih lanjut pada pembubut mesin, dan dalam
pemusingan logam.
a) Pengerjaan kayu
b) Pemusingan
logam
c) Pemolesan
2. Pembubutan mesin
Yang membedakan
dari pembubut kecepatan adalah mempunyai
ciri tambahan untuk mengendalikan kecepatan spindle
dan untuk menyangga dan mengendalikan hantaran dari pahat pemotong tetap.
a) Penggerak puli
kerucut bertingkat
b) Penggerak roda
gigi tangan
c) Penggerak
kecepatan variabel
3. Pembubut bangku
Nama pembubut bangku diberikan kepada
pembubut kecil yang dipasangkan pada bangku kerja. Dalam disainnya mempunyai
cirri yang sama dengan pembubut kecepatan atau pembubut mesin dan hanya berbeda
dalam ukuran dan pemasangannya. Disesuaikan untuk benda kerja kecil, dan mempunyai
kapasitas putaran maksimum sebesar 25 mm pada plat muka.
4. Pembubut ruang perkakas
Pembubut ruang
perkakas dilengkapi dengan segala perlengkapan yang diperlukan untuk pekerjaan
perkakas yang teliti, merupakan pembubut kepala beroda tiga yang digerakkan
secara tersendiri dengan kecepatan spindel yang jangkaunya sangat luas.
5. Pembubut
kegunaan khusus
6. Pembubut turet.
a) Horizontal
b) Vertical
c)Otomatis
Komponen
Utama Mesin Bubut Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen
utama antara lain.
Kepala Tetap(Headstock)
Adalah bagian mesin yang letaknya disebelah kiri mesin,bagian inilah yang memutarkan benda kerja. Didalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta roda tingkat atau tunggal. Roda tingkat terdiri atas tiga atau empat buah keping dengan garis tengah yang berbeda,roda tingkat diputar oleh suatu motor yang letaknya dibawah atau disamping roda tersebut melalui suatu ban.
Kepala Lepas(Tailstock)
Adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang diatas mesin.
berfungsi
Adalah bagian mesin yang letaknya disebelah kiri mesin,bagian inilah yang memutarkan benda kerja. Didalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta roda tingkat atau tunggal. Roda tingkat terdiri atas tiga atau empat buah keping dengan garis tengah yang berbeda,roda tingkat diputar oleh suatu motor yang letaknya dibawah atau disamping roda tersebut melalui suatu ban.
Kepala Lepas(Tailstock)
Adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang diatas mesin.
berfungsi
- Sebagai tempat pemicu ujung benda kerja yang dibubut
- Sebagai tempat kedudukan bor pada waktu mengebor
- Sebagai Tempat kedudukan penjepit bor
- Kepala lepas dapat bergeser di sepanjang alas mesin.kepala lepas terdiri atas dua bagian : yaitu alas dan ban,kedua bagian itu di ikat dengan 2 atau 3 baut.ikat dan dapat digerakkan dipenggeser itu di perlukan apabila.
- Kedudukan kedua senter tersebut tidak sepusat
- Kedudukan kedua senter tidak harus sepusat misalnya untuk menghasilkan pembubutan yang tirus.
Alas(Ways)
Fungsi utama alas mesin bubut ada 3 yaitu
Fungsi utama alas mesin bubut ada 3 yaitu
- Tempat kedudukan kepala lepas
- Tempat kedudukan eretan (cariage/support)
- Tempat kedudukan penyangga diam(stendy prest)
Alas yang terbentuk memanjang merupakan tempat tumpuan gaya-gaya pemakanan
pahat saat membubut.
Eretan (cariage/support)
Eretan terdiri dari atas alas,eretan lintang,dan eretan atas.eretan alas adalah eretan yang kedudukannya pada alas mesin.Gerakan eretan itu melalui roda yang dihubungkan roda batang gigi panjang yang dipasang dibawah alas melalui penghantar.
Eretan (cariage/support)
Eretan terdiri dari atas alas,eretan lintang,dan eretan atas.eretan alas adalah eretan yang kedudukannya pada alas mesin.Gerakan eretan itu melalui roda yang dihubungkan roda batang gigi panjang yang dipasang dibawah alas melalui penghantar.
- Eretan Lintang
Letaknya Diatas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas .fungsi
eretan lintang adalah untuk memberikan tempat pemakanan pahat saat membubut
bagian ujung pahat dengan putaran tiap pembagian ukurannya mengatur pemakanan
pada bubut.
- Eretan Atas
Letak eretan atas berada diatas eretan lintang dan di ikat oleh baut dengan mur
ikat.fungsi eretan atas mesin bubut adalah memegang eretan perkakas bubut dan
memberi gerakan yang diperlukan.
Chuck
Berfungsi sebagai tempat untuk memegang benda kerja.
Chuck
Berfungsi sebagai tempat untuk memegang benda kerja.
2.3. SUMBER - SUMBER YANG TERKAIT
Dalam
mesin bubut terdapat berbagai macam sumber data yang dapat diperoleh
diantaranya adalah sebagai berikut
A. Sumber Daya Manusia (SDM)Sumber daya manusia
adalah salah satu faktor penentu yang sangaterat hubungannya dengan mesin
bubut, dimana SDM yang berkualitas akanlebih baik dalam mengoperasikan maupun
melakukan perawatan mesin bubut itu sendiri.Dalam pekerjaan perawatan, sumber
daya manusia yang dibutuhkan untuk merencanakan pekerjaan perawatan maupun
perbaikan dapat dilakukan oleh satu orang, namun dalam pelaksanaannya kegiatan
perawatan dapat dibantu oleh seorang operator. Sesuai dengan konsep kerja Total
Produktif Maintenance (TPM)
B.
Sumber Daya Alat Sumber daya alat yang dibutuhkan dalam proses
pelaksanaan pekerjaan perawatan seperti membersihkan, pengecekan,
pelumasan pengukuran, penyetelan, penggantian.
Alat - alat yang digunakan
untuk mendukung pekerjaan perawatan mesin bubut adalah sebagai berikut :
•Lap
•Kunci Chuck
•Kunci L
•Obeng (+) dan (-)
•Dan lain-lain
•Kunci pas dan Kunci Ring (1 set)
•Dial indicator
•Micrometer
•Jangka sorong
•Palu
C. Material
Material
mesin bubut dan perlengkapannya sangat penting untuk menentukan pekerjaan
perawatan mesin itu sendiri. Dimana setiap bahan/material berbeda-beda
cara merawatnya. Dibawah ini adalah contoh material pada mesin bubut :
Pahat
biasanya menggunakan baja HSS ( High Speed Steel ) ataupun carbida. Logam-logam
tersebut memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya,
sehingga pahat bisa menyayat dengan baik.Selama membubut, ujung pahat harus
selalu mendapat pendinginan yang kontinyu, karena jika ujung pahat tersebut
panas, pahat akan cepat ausdan tumpul.Cara perawatannya adalah dengan member
pelumas padasaat pengoperasiaanya, ini bertujuan agar pahat tidak cepat aus.
D.
Spare Part
Ketersediaan
suku cadang atau biasa disebut spare part sangat menentukan keberhasilan
perencanaan perawatan pada mesin bubut. Dibawah ini adalah contoh spare part
yang merupakan komponen dari mesin bubut.
• Pencekam ( Chuck ) dan Pelat Pembawa.
Gambar 2.3. Pencekam (chuck) dan
pelat pembawa

Pelat
pembawa adalah peralatan yang ada dalam mesin bubut yang digunakan pada saat
melakukan pembubutan dengan menggunakan duasenter, yakni pada proses pembubutan
5 konis misalnya. Pelat ini bentuknya menyerupai pelat cekam tetapi tidak
memiliki penjepit. Pelatini bergerak karena dipasangnya pembawa dan dijepit
pada benda kerja.
•
Senter
Senter
merupakan peralatan mesin bubut yang digunakan untuk menopang benda kerja
yang sedang dibubut, baik pada saat dibubut rata maupun dibubut tirus. Untuk
menempatkan senter ini, ujung benda harus dibuat lubang dengan menggunakan bor
senter. Lubang ini dimaksudkansebagai tempat atau dudukan kepala senter.
Penggunaan senter inidimaksudkan untuk menjada atau menahan benda kerja agar
kelurusannya terhadap sumbu tetap terjaga. Pada bagian kepalanya, senter ini
berbentuk runcing dengan sudut ketirusannya 60 derajat. Sementara pada
sisi yanglainnya, berbentuk tirus. Ada dua jenis senter, yaitu senter yang
ikut berputar mengikuti putaran benda kerja (senter jalan/live center) dansenter
yang tidak ikut berputar dengan putaran benda kerja (senter mati/tail
stock center). Berikut ini adalah gambar dari senter jalan dansenter mati.

Gambar 2.5. Senter
•
Collet
Collet
adalah peralatan mesin bubut yang digunakan untuk membantu menjepit benda
kerja yang memiliki permukaan halus, apabila benda kerja tersebut mau
dikerjakan dalam mesin bubut. Dengan katalain, apabila salah satu sisi benda
kerja telah selesai dikerjakan dan sisii yang satunya akan dikerjakan, maka
untuk mencegah terjadina kerusakan pada permukaan benda kerja tersebut,
dalam menjepitnya harus digunakan collet
•
Penyangga
Penyangga
adalah perlatan mesin bubut yang digunakan untuk menyangga benda panjang
pada saat di bubut. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga benda kerja agar
tidak melentur pada saat dibubut, sehinggakelurusan benda kerja bisa tetap
terjaga. Ada dua jenis penyangga yang dapat digunakan, yaitu penyangga tetap
(stead rest) dan penyangga jalan(follow rest). Kedua jenis penyangga tersebut
dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar
2.6. Penyangga
• Pahat Bubut
Pahat
bubut adalah perkakas potong yang digunakan dalam membubut. Pahat ini terbuat
dari bahan logam keras, seperti HSS ataupun Carbida. Logam-logam tersebut
memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya, sehingga
pahat bisa menyayat dengan baik.Selama membubut, ujung pahat harus selalu
mendapat pendinginan yang kontinyu, karena jika ujung pahat tersebut panas,
pahat akan cepat aus dan tumpul. Sesuai dengan bentuk dan penggunaannya, pahat-pahat
bubut dapat dinamakan: pahat kasar, pahat penyelesaian, pahat pemotong,
pahatalur, pahat ulir, dan pahat bentuk. Berdasarkan arah pemakanan, pahat
dapat dikelompokkan menjadi pahat kanan dan pahat kiri. Pahat kanan adalah
pahat yang arah pemakanannya dari kanan ke kiri, dan pahat kiri adalah pahat
yang arah pemakannnya dari kiri ke kan.

Gambar 2.7. Pahat Bubut
E. Data Teknik Mesin Bubut
Dimensi
atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam diameter benda
kerja yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya sebuah mesin bubut
ukuran 400 mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter
400 mm. Ukuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah panjang
benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum benda kerja
diantara kedua pusat mesin bubut, sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan
dalam panjang bangku. Ada beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi
dalam desainnya tersebut tergantung cara pengoparasiannya dan jenis produksi
atau jenis benda kerja.Dilihat cara pengoperasian mesin bubut dibagi menjadi
dua jenis yaitu mesin bubut manual dan mesin bubut otomatis. Mesin bubut
manual adalah mesin bubut yang proses pengoperasiannya secara manual
dilakukan oleh manusia secara langsung, sedangkan mesin bubut atomatis adalah
mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja dan
mundur setelah proses diselesaikan, dimana semua pegerakan sudah diatur
atau deprogram secara otomatis dengan mengunakan komputer. Mesin bubut yang
otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan tool magazine sehingga sejumlah alat
potongdapat diletakan dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit pengawasan
dari operator. Mesin bubut otomatis ini lebih dikenal dengan sebutan
CNC(Computer Numerical Control) Lathe Machine ( mesin bubut dengan
sistemkomputer kontrol numeric ).
2.4
LANGKAH – LANGKAH PERAWATAN
a)Perawatan Alat/ Tool
b)Perawatan Umum
c)Perawatan Khusus
d)Perawatan Kedudukan Mesin
A.
Perawatan Alat /Tool :
a.Pengecekan
Pahat/pisau Bubut, ukuran sudut pemakanan sesuai atau tidak
b.Pengecekan rumah
pahat, ukuran lubang tidak mengalami kelonggaran
c.Pengecekan senter
kepala lepas
d.Pemeriksaan handel
pengubah transmisi daya/ kecepatan puta
B.
Perawatan Umum :
Untuk menjaga agar mesin tidak cepat
rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan
seksama.prosedur perawatan mesin bubut ini adalah:
1.Mesin
bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
2.Dalam
pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian
grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh
pabrik pembuat mesin
3.Setelah
selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin
dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.
4.Untuk
pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan
palu/hammer
5.Jaga
dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin,jangan sampai
beram-beram yang halus dan keras terutama beram besi tulang jatuh kemeja mesin
dan terbawa oleh eretan.
6.Setelah
selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan
mematikan sumber tenaga mesin.
C.
Perwatan khusus :
Perawatan
khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,berdasarkan
pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat
mesin.
1)Motor
utama (motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi
pada motor pembnagkit yaitu:
Motor
tidak mampu bekerjaAda 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak
mau bekerja :
A) Tegangan
dari sumber tenaga yang masuk ke motor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup
membangkitkan motor pembangkit
B)Arus
yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran
arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan
motor pembangkit.
C)Sekring
pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka
gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
D)Tidak
sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
E)Coil
pada saklar terbakar
F)Tidak
terjadi hubungan pada kontak limit switch
G)
Rem motor tidak berfungsi secara baik
2.5 MOTOR CEPAT PANAS
Ada
tiga penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu:
a)Perbedaan
tegangan
b)Periksa
tegangan listrik yang masuk
c)Beban
motor yang berlebihan;
Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat
menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada
motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai
dengan yang telah ditentukan.
2.6 BAGIAN
ATAU KOMPONEN PERAWATAN
1)Kepala tetap Pada mesin
bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan
mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di
antaranya adalah:
1.Putaran
poros utama tersendat-sendat
2)Putaran
poros utama terlalu berat
3)Suhu
atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
4)Terjadinya
suara yang bising pada kepala lepas
5)Tidak
senter
2)Eretan Kesalahan atau
kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut:
1.Eretan
sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan
baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut
tersebut.
2.Hasil
pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karena adanya ganguan pada pinion
gear.usaha mengatasinya ialah dengan memperbaiki gigi pinion atau mengganti
gigi pinion yang baru
3.Pemakanan
pada benda kerja tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan
otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
4.Terlalu
berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu
kuatnya pengikat baut untuk pemotongan menyilang.
5.Tidak
rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan
tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
6.Teralalu
keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
7.Kedudukan
toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
8.Pompa
pada apron sangat sulit dioperasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang
sudah kotor.lakukan pembersian atau penggantian minyak pelumas serta
membersihkan pipa-pipasalurannya
3.Kepala
lepas
Kepala
lepas mudah bergetar atau tidak setabil selama pelaksanan pembubutan. Jika
hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat
kepala lepas dengan meja atau rangka mesin
4.Kunci
chak :
Pada
kunci chak adalah bagian alat yang sangat penting, karena alat yang sering
digunakan untuk membuka dan mengencangkan pencekam, perawatan yang harus
dilakukan adalah :
1.Periksa
bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau tidak, jika terjadi haus
maka pengencangan terjadi slip
2.Jika
terjadi haus, perlu penambahan daging, dengan cara pengelasan
listrik
3.Setelah
dilas kemudian, fraislah ( Mesin Milling) pengunci hingga terbentuk persegi, (
segi empat )
4.Setelah
terbentuk rapihkann bagian yang tajam agar tidak melukai pekerja
2.7 LANGKAH-LANGKAH
KERJA
Langkah-langkah
kerja:
Sebelum
melakukan pekerjaan alignment sediakanlah safety tools guna menghindari hal-hal
yang tidak kita inginkan. Adapun langkah-langkah kerja untuk melakukan
alignment adalah: .
1.Persiapkan
peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2.Gunakan
peralatan sesuai pada tempatnya
3.Periksa
setiap bagian poros, puli, chack dan sabuk penggerak pada saat motor sebelum
bekerja maupun sedang bekerja.
4.Lakukan
pengukuran untuk menentukan ketegak lurusan, kebulatan menggunakan dial
indicator.
5.Lakukan
pemeriksaan kebengkokan pada chack / pencekam,Gunakan dial indicator.
6.Periksa
setiap eretan, apakah terjadi gesekan antara eretan dankedudukan eretan.
7.Lumasi
oli / pelumas pada bagian – bagian yang terjadi gesekan.
8.Lakukan
penyetelan / nglepel pada kedudukan mesin agar terjadi keseimbangan.
9.Tulislah
catatan setiap hasil pemeriksaan.
10.bersihkan
tempat kerja setelah mengaligment.
A. Analisa pada eretan.
Dari
survey yang dilakukan, maka dapat kita menyimpulkan bahwa eretan atas dan
eretan melintang masih harus di aligment, karena pada setiap eretan masih
terlalu bergesekan atau kurangnya pelumasan.Pada tutup eretan pecah maka
harus mengganti tutup eratan yang baru.
B. Analisa pada chack / pencekam.
Dari
pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
a.chack terjadi
kebalingan
b. baut pengikat
poros chack dalam kurang satu
c.Baut chack patah satu.
Maka
chack tersebut harus menyetel kembali semula agar hasil penyayatan lebih baik.
Analisa pada kedudukan mesin/ngepel. Berdasarkan hasil pengamatan yang
penulis peroleh, dapat kita mengambil kesimpulan bahwa kedudukan mesin tidak
terjadi kerataan kedudukan, maka harus di lepel agar mesin dapat digunakan
sebaik mungkin, agar redaman getaran pada kecepatan lebih sedikit terjadi
getaran yang tidak kita inginkan
2.8 SISTEMATIK PELUMASAN
ERETAN PADA MESIN BUBUT

suatu
mesin dalam melakukan pekerjaannya memerlukan energi dan waktu yang dibutuhkan
dalam mengerjakan suatu proses produksi. Pada kesempatan ini penulis ingin
membahas dan mengkaji lebih dalam, pada sistematik pelumasan pada eretan mesin
bubut. Untuk lebih jelasnya mari kita mengkaji dan meneliti bersama seperti apa
sistematik pelumasan pada Eretan Mesin Bubut. Dan bagian-bagian darieretan
mesin bubut antara lain adalah:
1. Meja Mesin ( Bed )
Meja
mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan, penyangga
diam (stedy rest), dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan.
Bentuk meja ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau
kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Permukaannya halus dan
rata,sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya lancar. Bila alas ini kotor atau rusak akan
mengakibatkan jalannya eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh
hasil pembubutan yang tidak baik atau kurang presisi.
Dan untuk proses pelumasannya
dengan teknik pelumasan siram/ atau teknik pelumasan semir, dengan
cara disemprot atau dikus dengan oli pelapis anti karat

Foto; Bed/ Meja Mesin
Bubut
2.Eretan
(Carriage)
Eretan
terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang
bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang (crosscarriage) yang
bergerak melintang alas mesin, dan eretan atas (top carriage) yang
bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di atas eretan melintang. Kegunaan
eretan ini adalah untuk memberikan pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut
kehendak operator yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat
pada roda pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan
secara otomatis ataupun manual. Pada eretan teknik pelumasan dengan
cara pelumasan teknik tekan atau dengan sistem hidrolik pada tuas pemompa
oli atau pelumas kesela-sela antara meja dengan eretan. Mengapa digunakan
sistem pelumasan seperti ini, agar proses pelumasan lebih cepat, praktis,dan
dapay menjangkau bagian yang sempit seperti poros transportir penggerak
majumundur eretan pada saat digunakan. Foto bagian- bagian dari eretan

3. Kepala Lepas (Tail
Stock )
Kepala
lepas sebagaimana digunakan untuk dudukan senter putar sebagai pendukung
benda kerja pada saat pembubutan, dudukan bor tangkai tirus, dan cekam bor
sebagai menjepit bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin,
porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk dijepit.
Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi senter tetap. Kepala lepas ini terdiri dari
dua bagian yaitu alas dan badan, yang diikat dengan 2 baut pengikat (A)
yang terpasang pada kedua sisi alas.Kepala lepas sekaligus berfungsi untuk
pengatur pergeseran badan kepala lepas untuk keperluan agar dudukan senter
putar sepusat dengan senter tetap atau sumbu mesin
atau
tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirus di antara dua senter. Selain
roda pemutar (B), kepala lepas juga terdapat dua lagi lengan pengikat yang
satu (C) dihubungkan dengan alas yang dipasang mur, di mana fungsinya untuk
mengikat kepala lepas terhadap alas mesin agar tidak terjadi pergerakan kepala
lepas darikedudukannya. Sedangkan yang satunya (D) dipasang pada sisi tabung
luncur/rumahsenter putar, bila dikencangkan berfungsi agar tidak terjadi
pergerakan longitudinal sewaktu membubut. Pada sistem pelumasan pada Tail Stok
menggunakan sistem pelumasan tekan, yang cara pelumasannya oli dimasukkan
dan ditekan pada baut penyetel maju mundur, yang berada pada samping tuas
pengunci, dibawah ini adalah foto dari Tail Stok / Kepala Lepas

4.Penjepit
Pahat (Tools Post )
Penjepit
pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat, yang bentuknya ada
beberapa macam di antaranya seperti ditunjukkan pada Gambar. Jenis ini sangat
praktis dan dapat menjepit pahat 4 (empat) buah sekaligus sehingga dalam suatu
pengerjaan bila memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan disetel
sekaligus. Untuk penjepit pahat menggunakan teknik pelumasan eles atau siram
dengan alat kuas atau semprotan oli.

5.Eretan
Atas
Eretan
atas sebagaimana Gambar, berfungsi sebagai dudukan penjepit pahat yang
sekaligus berfungsi untuk mengatur besaran majunya pahat pada
proses pembubutan ulir, alur, tirus,champer (pingul), dan lain-lain
yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01 mm. Eretan ini tidak dapat dijalankan
secara otomatis, melainkan hanya dengan cara manual. Kedudukannya dapat diatur
dengan memutarnya sampai posisi 360°, biasanya digunakan untuk membubut
tirus dan pembubutan ulir dengan pemakanan menggunakan eretan atas.

6.
Eretan Lintang
Eretan
lintang berfungsi untuk menggerakkan pahat melintang alas mesin atau arah ke
depan atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja.Pada
roda eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui berapa
panjang langkah gerakan maju atau mundurnya pahat.
Instruksi-instruksi Standar Keselamatan Kerja dalam
proses pembubutan
Ada
beberapa instruksi standar keselamatan kerja terkait dengan proses
pembubutan,diantaranya adalah:
1.Baca
dulu instruksi manual sebelum mengoperasikan mesin
2.Upayakan
tempat kerja tetap bersih dengan penerangan yang memadai
3.Semua
peralatan harus di grounded
4.Gunakan
selalu kaca mata pelindung setiap saat bekerja dengan mesin
5.Hindari
pengoperasian mesin pada lingkungan yang berbahaya, seperti lingkunganyang
banyak mengandung bahan mudah terbakar
6.Yakinkan
bahwa switch dalam keadaan OFF sebelum menghubungkan mesin dengan sumber
listrik
7.Pertahankan
kebersihan tempat kerja, bebas dari kekacauan (clutter), minyak dan sebagainya
8.Tetapkan
batas aman untuk pengunjung
9.Ketika
membersihkan mesin, upayakan mesin dalam keadaan mati, akan lebih
baik jika hubungan dengan sumber listrik diputus.
10.Gunakan
selalu alat dan perlengkapan yang ditentukan
11.Gunakan
selalu alat yang benar.
2.9 Elemen Dasar Mesin Bubut
Elemen dasar
dari mesin bubut dapat diketahui atau dihitung menggunakan rumus yang
diturunkan dengan kondisi pemotongan ditentukan sebagai berikut:
Benda kerja: do = Diameter mula-mula ; mm
Dm = Diameter
akhir ; mm
Lt = Panjang
pemesinan ; mm
Lt = L. pengawalan + benda kerja + L.
pengakhiran
Pahat Kr = Sudut potong utama ; o
Yo = Sudut
geram ; o
Mesin bubut a = Kedalaman potong : mm
= (do – dm) /2
f = Gerak makan ; mm / r
n = Putaran
poros utama (benda kerja) ; r / minp
C = Konstanta kecapatan memotong unsur suatu umur pahat suatu pahat.
Elemen dasar dapat
dihitung dengan rumus-rumus berikut :
1. Kedalaman potong (a) mm
a = do–dm/2
; mm
2 Kecepatan potong (v) m / min :
v = p.d.n/1000 ; mm/min
Dimana, d = (do+dm)/2 ; mm
3. Kecepatan makan :
vf = f.n
; mm/min
4. Waktu pemotongan :
tc = lt/vf
; min
5. Kecepatan penghasilan geram :
Z = A.
v
Dimana, penampang geram sebelum terpotong :
A = f.a
; mm2
Maka Z = f.a.v
; cm3/min
6. Putaran poros utama
:
n =
V. 1000/p.D m/min
Tabel 2.1 Feeding mesin bubut
|
K1E
|
0,017
|
I2E
|
0,069
|
K2C
|
0,171
|
G1A
|
0,439
|
|
H1E
|
0,021
|
G2E
|
0,069
|
I1B
|
0,192
|
I2B
|
0,480
|
|
I1E
|
0,024
|
H1C
|
0,082
|
H2C
|
0,206
|
G2B
|
0,548
|
|
G1E
|
0,027
|
K2D
|
0,086
|
G1B
|
0,219
|
K2A
|
0,685
|
|
K1D
|
0,034
|
I1C
|
0,096
|
I2C
|
0,240
|
H2A
|
0,822
|
|
H1D
|
0,041
|
H2D
|
0,103
|
K1A
|
0,270
|
I2A
|
0,959
|
|
K2E
|
0,043
|
G1C
|
0,110
|
H1A
|
0,329
|
G2A
|
1,096
|
|
I1D
|
0,048
|
I2D
|
0,120
|
K2B
|
0,343
|
||
|
H2E
|
0,051
|
G2D
|
0,137
|
I1A
|
0,384
|
||
|
G1D
|
0,055
|
H2B
|
0,164
|
H2B
|
0,411
|
Tabel 2.2 Kecepatan putaran spindle mesin
|
970
|
1420
|
443
|
635
|
|
204
|
298
|
93
|
134
|
|
0,05
|
0,10
|
0,18
|
0,24
|
Tabel 2.3 Kecepatan
potong untuk proses pemesinan dengan gerakan pemakanan
|
Bahan
|
Pahat
|
Mesin bubut
|
Gurdi
|
Freis
|
Ketam
|
||
|
Kasar
|
Halus
|
||||||
|
Besi tuang
|
HSS
|
V
|
15-30
|
30-50
|
15-25
|
20-40
|
20-Oct
|
|
f
|
0,3-0,5
|
0,15-0,3
|
0,1-0,6
|
25-250
|
0,3-6
|
||
|
Karbida
|
V
|
40-80
|
80-120
|
0,1-0,6
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,15-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
|
Baja tuang
|
HSS
|
V
|
30-Oct
|
30-50
|
20-30
|
15-30
|
15-Oct
|
|
f
|
0,3-5
|
0,15-0,3
|
0,05-0,1
|
25-250
|
0,3-6
|
||
|
Karbida
|
V
|
30-80
|
80-120
|
0,1-0,6
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,15-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
|
ST 37
|
HSS
|
V
|
25-60
|
60-100
|
25-35
|
20-50
|
15-30
|
|
f
|
0,3-5
|
0,15-0,3
|
0,1-0,5
|
30-300
|
0,3-6
|
||
|
Karbida
|
V
|
70-90
|
110-180
|
-
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,13-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
|
ST 50
|
HSS
|
V
|
20-40
|
40-70
|
25-35
|
15-30
|
20-Oct
|
|
f
|
0,3-5
|
0,15-0,3
|
0,1-0,5
|
30-300
|
0,3-6
|
||
|
Karbida
|
V
|
30-80
|
100-160
|
-
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,15-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
|
ST 70
|
HSS
|
V
|
30-Oct
|
30-50
|
20-35
|
20-Oct
|
15-Oct
|
|
f
|
0,5-5
|
0,15-0,3
|
0,1-0,4
|
30-300
|
0,3-6
|
||
|
Karbida
|
V
|
30-50
|
80-120
|
-
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,15-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
|
Perunggu
|
HSS
|
V
|
30-90
|
120-160
|
50-70
|
20-60
|
15-16
|
|
f
|
0,3-5
|
0,15-0,3
|
0,15-0,6
|
30-300
|
0,2-5
|
||
|
Karbida
|
V
|
70-220
|
220-240
|
-
|
-
|
-
|
|
|
f
|
0,3-3
|
0,15-0,3
|
-
|
-
|
-
|
||
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keselamatan
kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus diperhatikan pada
saat melaksanakan suatu pekerjaan. Keselamatan kerja tersebut harus menyangkut
aspek keselamatan kerja yang terkait dengan manusia (operator/pekerja),
mesin, dan alat.Sehubungan dengan sebelum kita melakukan suatu pekerjaan, harus
diperhatikan instruksi-instruksi yang terkait dengan keselamatan kerja.
3.2 Saran
•Hindari
Hal-Hal Potensial Yang Menyebabkan Kecelakaan.
1).Lindungi lintasan meja dari hubungan langsung dengan listrik
2).Selalu
gunakan kaca mata pelindung
3).Jangan menghentikan spindel dengan tangan
4).Jangan biarkan kunci Chuck tetap menempel pada Chuck
•Lakukan
perawatan mesin bubut secara berkala.
3.3 Daftar
pustaka:






